Posted on July 9th, 2013

membatik pada awalnya merupakan di antara aktivitas kebiasaan keluarga yang turun temurun. penentuan motif yang dapat dibuatkan batiknya sesuai dengan kepentingan pemakainya. awal mulanya motif motif baju batik juga diciptakan menurut manfaat dari beberapa pemakainya dalam kehidupan sehari-harinya. lantas amatlah barangkali bila dari satu motif akan dikenali dari keluarga mana si pemakainya berasal.

contohnya motif-motif parang barong yang awal mulanya cuma dipakai oleh beberapa raja. motif parang sebenarnya menggambarkan senjata, kekuasaan. sesuai dengan arti yang ada dalam motif parang barong, maka ksatria yang menggunakan baju batik modern ini dapat berlipat kekuatannya.

parang barong, dulu digunakan eyang kakung jadul. bahan morinya telah amat halus/ lembut dalam perubahan setelah itu motif ini juga dkenakan oleh beberapa wanita. atau baju batik yang dipakai dalam upacara pernikahan kebiasaan jawa sekarang ini, layaknya motif kain batik : ukel, semen rama ; semen raja, awal mulanya juga cuma dikenakan oleh keluarga kesultanan. cuma dipakai dalam peluang spesifik saja.

ukel, yang hingga saat ini belum dulu saya gunakan. motif yang penuh dengan cecek dalam perubahan setelah itu pembatasan itu jadi pudar. banyak dari keluarga orang yang berstatus tinggi serta orang berpunya di indonesia juga pingin mengikuti apa yang berlangsung dalam keluarga kesultanan. serta pembatasan yang awal mulanya demikian ketat, tidak bisa menangani masuknya pengaruh luar yang demikian gencar. serta layaknya yang kita tengok sekarang ini, banyak upacara pernikahan kebiasaan jawa dalam masyarakat indonesia yang menggunakan upacara pernikahan kebiasaan keraton dengan perlengkapan serta bagian upacara yang cukup lengkap.

apalagi sebagian motif batik tradisional yang umumnya cuma digunakan oleh keluarga keraton baik dari keraton yogya ataupun dari keraton surakarta makin lama juga telah mulai dapat dimiliki oleh “setiap” orang yang pingin memilikinya. meskipun tidak dengan kwaliteit layaknya aslinya.
kebiasaan kejawen, yang mengajarkan falsafah jawa juga turut berikan banyak masukan dalam penciptaan motif motif baju batik modern. falsafah jawa yang berupaya diantaranya untuk menggapai ke”besaran” serta kemuliaan dalam hidup ini, bisa mempermudah penciptaan motif kain batik. perihal ini dapat dipahami dikarenakan untuk meraih kebesaran serta kemuliaan yang senantiasa dirindukan oleh manusia, orang yakin bahwa perihal ini dapat dapat dicapai dengan olah jati diri. contohnya melewati jalur meditasi serta upacara mistik.

buah dari laris meditasi yang dapat dipetik yaitu dapat dicapainya ketentraman batin serta semelehnya hati seseorang dan keheningan situasi di sekelilingnya. ini seluruh merupakan attitude yang cocok dalam penentuan serta penciptaan satu motif batik. penyempurnaan motif batik supaya sesuai dengan arti yang diinginkan oleh pemikinya terkadang mesti dibarengi upacara mistik. upacara ini dapat dikerjakan contohnya mempersembahkan “offer” serta pemanjatan doa. perihal ini umumnya dikerjakan dengan tuntunan beberapa “guru” dalam bidang kejawen, hingga nilai sakral serta magisch dapat tersirat dalam motif yang ada serta tampak saat dikenakan oleh pemiliknya.

berapakah lama serta laris mana yang perlu ditangani seseorang sebelum saat ditemukan motifnya, amat bergantung pada si pembatik serta si calon pemakainya sendiri. lantas dalam perihal ini sekurang-kurangnya mesti ada kerja sama diantara keduanya.

motif serta warna dalam batik, awal mulanya mempunyai nilai yang simbolik. penentuan warna dalam motif batik bisa berikan informasi perihal perasaan serta harapan si pemakainya, dikarenakan dia yang menentukan motif serta warnanya. perihal peran si pembatiknya umumnya jadi lumer menyatu dengan perasaan serta harapan si pemakainya serta perihal ini diwujudkan dalam bentuk/lukisan motif dalam batik itu.

patroon motif batik klassik awal mulanya cuma ada dalam “kepala” si pembatik. motif-motif dalam batik klasik kerapkali diungkapkan dalam wujud yang abstrak. daya khayal si pembatik saat menggambarkan sesuatu motif amat merubah hasil akhir motif. serta dikarenakan itu juga maka nyaris tidak dulu berlangsung ada dua kain panjang batik dengan satu motif baju batik, yang akhirnya sama serta sama w text here.




Search

Subscribe

follow on
Categories

no categories
Tags

no tags